Lifting Procedure

Lifting atau pengangkatan barang adalah kegiatan sehari hari dalam dunia offshore,orang yang terlibat adalah crane operator,signalman,dan rigger.
Lifting equipment:
Banyak perlengkapan dan aksesories digunakan untuk tujuan pengangkatan atau menurunkan barang dan termasuk digunakan untuk keperluan meletgo atau hibob jangkar kapal.
perlengkapannya termasuk tali,sling,pulley,eyebolts,shackles dan masih banyak yang lain.
Semua peralatan lifting harus aman digunakan dan harus di inspecksi regular dan di catat di simpan hasil inspecksinya.
inspecksi di lakukan oleh crew yang competent untuk tiap 6 bulan dan untuk tiap tahun annually oleh pihak ke tiga untuk perubahan warna code alat.
setiap pekerja yang terlibat di dalam pengoperasian alat pengangkatan
ketika menghandle crane di lapangan harus mengikuti lifting procedure.
tujuan dari lifting procedure adalah supaya dalam pengoperasian aman,dan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
macam-macam alat angkat antara lain:
crane,chain block.dan winch
crane adalah alat untuk mengangkat atau menurunkan yang menggunakan mesin dan di operasikan seorang crane operator, crane sendiri banyak macam dan jenisnya. crane pada dasarnya terdiri dari alat penggerak mesin, wayer, boom dan hook.
Chain block adalah alat angkat manual yang digerakkan oleh tenaga manual yang mana di tarik oleh tenaga manusia untuk mengangkat barang.
Crane operator harus tahu berat tiap cargo sebelum proses pengangkatan barang.crane operator harus bisa dengan jelas communikasi dengan signalman,jika crane operator menerima instruksi atau signal lebih dari satu orang pada pengoperasian,crane operator harus menghentikan pekerjaan lifting.jika crane operator tidak bisa melihat signalman maka crane operator dan signalman harus menggunakan radio untuk komunikasi dan memberikan instruction.untuk dua tempat seperti dari RIG ke Kapal maka diperlukan 2 signalman satu untuk rig satu untuk kapal, aba aba menggunakan tangan harus di pahami antara crane operator dan signalman agar tidak terjadi miss communication dan menghindari kecelakaan.
Crane boom tidak boleh digunakan sebagai tangga atau alat menyeberang.
Semua hook pada blocks,fast line dan sling harus aman dan dalam kondisi yang baik, ketika Crane Shut down semua control harus di posisi neutral dan brake di kunci.
Crane operator harus orang yang sudah di training, mempunyasi certificate dari pihak yang berwenang, crane operator harus bisa mendemokan dan memahami :

-Hand signal.
-Penggunaan radio pada waktu lifting.
-Handling cargo.
-Menggerakan kargo.
-Menahan muatan.
-Harus merawat dan tahu cara perawatan Crane untuk Harian,mingguan dan bulanan.
-mampu untuk mentransfer orang.

SIGNAL MAN.

Pengangkatan barang hanya dilakukan jika angin di bawah 25 knot dan ombak di bawah 2,5 meter dan untuk bonkar muat antara kapal dan Rig jika kecepatan angin 20 knot serta ombak 2 meter tapi olengan kapal lebih dari 3 derajat atau dalam waktu 1 menit kapal tidak bisa steady maka pengangkatan barang harus di batalkan karena ini sangat berbahaya,berat barang maximal 80% dari kapasitas crane tidak boleh lebih . untuk rigger tidak boleh berada di bawah boom ataupun barang, dan jika barang masih mengayun jangan di pegang cukup di setting dengan tag line, signal man harus dekat dengan barang untuk mengetahui langsung barang dan lapangan aman cukup seorang yg jadi signalman tdk boleh lebih karena membuat crane operator bingung dan bisa menyebabkan kecelakaan perhatikan semua alat alat lifting harus di sertifikasi dan di check bahwa alat layak guna

coil tubing injector

crane hold on coil tubing injector for rig up or rig down

7 pemikiran pada “Lifting Procedure

    • dear wakabe
      lifting atau masalah angkat junjung barang baik manual atau menggunakan alat. untuk di oil field, lifting sangat berperan, baik dari kapal ke platform atau dari rig to rig.
      Orang yang terlibat dalam pengangkatan barang untuk di offshore harus mempunyai sertificate rigger dan untuk mendapatkannya kita harus kursus basic rigger dan lulus, baru kita akan mendapatkannya rigger certificate untuk di indonesia kita bisa ikut di badan pelatihan alkon.
      untuk lifting menggunakan alat crane atau derrect kita harus familiar dg yg disebut signaling yaitu aba2 dgn tangan atau lewat walky talky untuk berkomunikasi dengan crane operator gitu mas wakabe utk singkatnya.
      salam
      luthfie

  1. mas, jika kita bekerja dengan crawl crane dengan ketinggian 80 m dan dibawah boomny ada bengkel dengan orang-orang yeng bekerja serta ada kantor tidak permanen, bolehkan orang2 yang bekerja di bengkel tersebut tetap bekerja?
    jika tidak boleh atau boleh menggunakan standar apa?
    terimaksih

    • Dear mas anhar sekedar kita shring ya jika mana bengkel tersebut terlindung atas orang orangnya didalamnya maka pekerjaan bengkel tidak masalah diteruskan karena sudah safe itu dan jika mana bangunan bengkel tersebut tidak melindungi crew bengkel , itu sangat bebahaya karena di kwatirkan ada benda jatuh dari atas jadi semua harus ada kajian kerja apa apa saja resiko bahaya yang akan timbul dan setelah itu bahaya yang timbul harus dihilangkan contohnya kajian keja sederhana sebagai berikut:
      pengangkatan barang dengan Crane di gedung
      bahaya yang akan timbul
      1. sling putus.
      2.kejatuhan benda dari atas.
      cara menghilangkan bahaya yng timbul:
      1. check kemampuan sling masih layak tidak jika sling sudah aus dalam satu streng ada yg luka lebih dari 3 kawat dalam satu meter segera ganti massa expire sling wire harus di perhatikan jika sudah terlalu lama bekerja daya renggagngnya sudah jelek dan angkat beban sesuai kemampuan sling wire jangan melebihi batas SWL (SAFETY WEIGHT LOAD) jika sudah ter penuhi berarti bahaya yang timbul no 1 sudah hilang.
      2.benda yang di angkat harus benar benar terikat dengan baik atau di tempat rack jadi benda yang mau di angkat di masukkan dalm wadah basket dan crane baru angkat basketnya jadi bahaya yang kedua sudah hilang maka pekerjaan sudah bisa di mulai karena bahaya sudah ditiadakan.

      • Maaf saya hanya mau menambahkan jika ada case seperti diatas, asses lokasi hindarkan pengangkatan diatas barang / orang. jika terpaksa maka benar yang di katakan mas Lutfie namun juga diperhatikan Safety factor saat pengangkatan. Tentunya sebelum bekerja dibuat rigging plan terlebih dahulu dengan safety factor lebih besar dari 1,5%. Maaf jika ada yang salah mohon dikoreksi supaya sama2 belajar mengenai dunia rigging.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s